Kepala DLH Kota Malang Rinawati (kaus biru, bertopi) saat ikut turun ke lapangan untuk membersihkan selokan di Jalan Soekarno-Hatta. (DLH for malang times)
Kepala DLH Kota Malang Rinawati (kaus biru, bertopi) saat ikut turun ke lapangan untuk membersihkan selokan di Jalan Soekarno-Hatta. (DLH for malang times)

Aksi bersih lingkungan digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Pengairan Universitas Brawijaya (UB). Mereka melakukan resik-resik sampah (rempah) di selokan wilayah Jalan Soekarno-Hatta, Jumat (14/2/2020).

Bersih-bersih selokan Jalan Soekarno-Hatta digalakkan karena kawasan itu sempat banjir. Jika hujan deras melanda, Jalan Soekarno-Hatta termasuk yang tergenang di Kota Malang.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pengairan UB Ekhsan Zainuri mengatakan kegiatan ini didasari karena pihaknya ingin meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat. 

"Jadi ketika ada permasalahan di masyarakat, mahasiswa akan mengajak satu sama lain untuk turun ke lapangan. Ini kegiatan kedua. Yang pertama dilakukan November tahun lalu," kata Ekhsan.

Ditanya mengapa memilih wilayah Jalan Soekarno-Hatta, Ekhsan mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan survei atas permasalahan yang ada di Kota Malang. Dan Jalan Soekarno-Hatta saat ini dirasa tepat jadi sasaran gerakan bersih karena sempat banjir hingga ke jalan raya.

"Kami memang fokus ke saluran karena sejalan dengan bidang kami, yakni teknik pengairan. Kemarin hujan deras, air sampai melebihi jalan bahkan ke taman," ungkap Ekhsan.

Sementara, Kepala DLH Kota Malang Rinawati mengapresiasi langkah yang dilakukan  Himpunan Mahasiswa Pengairan UB karena telah bersedia mengabdi untuk masyarakat meski tidak semuanya warga asli Kota Malang.

"Mahasiswa Universitas Brawijaya punya kegiatan untuk membersihkan sedimentasi dan sampah yang ada di selokan Jalan Soekarno-Hatta. Ini adalah suatu tindakan bagus bagi kampus yang peduli lingkungannya," kata Rinawati.

Dalam pembersihan itu, petugas DLH dan mahasiswa banyak sekali menemukan sampah di dalam selokan. Kondisi itulah yang membuat penyumbatan aliran air sehingga cepat meluap ke jalan jika hujan deras.

"Jadi, ini di dalam selokan airnya tidak bisa mengalir karena pengendapan tanah dan banyak sekali sampah. Kalau ini dibiarkan terus, memang cukup berbahaya karena bisa menimbulkan banjir," ujar Rinawati.

Dalam kegiatan tersebut, DLH Kota Malang menurunkan 40 anggota kebersihan, 1 truk tangki air untuk menyemprot tanah yang tersumbat, 1 Tossa, dan 1 dump truck mini untuk mengangkut sampah.

Di sisi lain, kepala dinas yang juga ikut turun membersihkan selokan itu juga berharap  masyarakat  bisa membersihkan sampah di wilayahnya masing-masing. Tujuannya, agar ketika hujan tiba, tidak terjadi banjir. "Mari bersama menjaga Kota Malang," tandasnya.