Ilustrasi pohon tumbang (Dok. MalangTIMES)
Ilustrasi pohon tumbang (Dok. MalangTIMES)

Musim penghujan sudah di depan mata. Bahkan, beberapa hari yang lalu Kota Malang diguyur hujan yang cukup deras. Bencana pohon tumbang terjadi di beberapa kawasan Kota Pendidikan ini. 

Pasalnya, hujan yang terjadi juga diiringi angin kencang dengan kekuatan berkisar 34 hingga 40 kilometer per jam. Kondisi itu menjadi perhatian tersendiri. Sebab, hampir setiap tahun kejadian serupa selalu terjadi. 

Masyarakat pun diimbau agar waspada saat beraktivitas di luar ruangan dalam kondisi hujan deras dan disertai angin. Sekretaris Daerah Kota Malang, Wasto menyampaikan, kondisi tersebut memang tak dapat dihindari. 

Namun, Wasto memastikan bahwa Pemerintah Kota Malang telah bergerak untuk mengantisipasi keadaan tersebut. Salah satunya, adalah memotong ranting dan dahan pohon yang sudah berusia tua.

"Disperkim selalu bergerak untuk mengidentifikasi pohon tua yang rawan tumbang, dan rutin memotong dahan serta rantingnya," kata Wasto pada wartawan belum lama ini.

Potensi pohon tumbang pun diharapkan mendapat perhatian dan antisipasi masyarakat secara mandiri dan swadaya. Sebab, hampir sebagian besar ruas jalan di Kota Malang telah ditanami pohon. Meski selama ini pemerintah melalui Perangkat Daerah terkait telah bekerja melakukan antisipasi sejak awal dengan mendeteksi pohon tumbang.

Belum lama ini, setidaknya ada delapan titik kejadian pohon tumbang. Titik-titik tersebut seperti Jalan Arif Margono, Jalan Pandan, Jalan Sumba, Jalan Merpati Utara, kawasan Bareng, Jalan Lawu, depan Giant Sukun dan kawasan Ijen Suite.

Sementara berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, ada beberapa pohon yang sering tumbang. Diantaranya adalah Pohon Ceri, Sepatu Dea, Trembesi, Kecrutan, Waru, dan Sengon.

Sejak Januari hingga Oktober 2019, BPBD mencatat ada 184 kejadian bencana. Dengan rincian 82 kejadian kebakaran, 41 kejadian tanah longsor, 18 kali pohon tumbang, 10 kasus genangan air, dua kali efek gempa, 17 kali angin kencang, dan 14 kejadian non alam. Kerugian yang ditanggung dari kerusakan itu kurang lebih Rp 10 miliar.