SW beserta kuasa hukumnya saat mengadukan salah satu anggota DPRD Kabupaten Malang dengan dugaan kasus penyebaran foto bugil dan perzinaan ke Polres Malang (Foto : Istimewa)

SW beserta kuasa hukumnya saat mengadukan salah satu anggota DPRD Kabupaten Malang dengan dugaan kasus penyebaran foto bugil dan perzinaan ke Polres Malang (Foto : Istimewa)


Editor

A Yahya


Perdamaian kasus aduan penyebaran foto bugil dan perzinaan yang diduga dilakukan oleh anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang masih buram. Hingga saat ini belum diketahui kepastiannya.  

Dahri Abd Salam, kuasa hukum SW (Pengadu) menyatakan hingga saat ini belum melakukan pencabutan berkas laporan balik yang diajukan ke Polres Malang. ”Dari pihak DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Kabupaten Malang, memang beritikad untuk memfasilitasi klien kami (SW) dan KC (anggota dewan yang diadukan) untuk saling bertemu membahas permasalahan ini (aduan kasus penyebaran foto bugil dan perzinaan). Keduanya ini kan sama-sama kader partai PKB, jadi masing-masing diinstruksikan untuk saling menahan diri,” kata Dahri.

Ketika ditanyakan terkait kasus aduan yang dikabarkan sudah berakhir damai, Dahri mengaku jika dirinya belum pernah diajak kliennya untuk melakukan pembahasan tersebut.

Namun demikian, pihaknya juga tidak membantah jika sudah sering diajak oleh Tim Tujuh dan DPC PKB Kabupaten Malang untuk membahas permasalahan tersebut. Baik melalui telephone selular maupun bertemu secara terpisah.

Bahkan Dahri juga tidak menutup kemungkinan jika kliennya sudah pernah bermediasi dengan KC terkait kasus yang mereka adukan ke Polres Malang. ”Informasi yang saya dapat memang mengarah ke damai,” kata Dahri saat ditanya terkait pencabutan berkas aduan yang dilayangkan oleh KC dan SW ke Polres Malang.

Terkait hal itu, Dahri mengaku tidak terlalu mempermasalahkannya. Pihaknya juga tidak akan ngotot untuk melarang kliennya agar tidak mencabut berkas aduan yang pernah dilayangkan ke Polres Malang. ”Kuasa hukum kan ibaratnya seperti sopir travel, jadi tergantung kliennya minta seperti apa. Kalau terus ya lanjut, kalau dicabut ya dihentikan upaya hukum yang kami ajukan. Sejak awal saya hanya fokus terkait persoalan hukum yang terlebih dulu dilayangkan KC, oleh karena itu kami melakukan upaya laporan balik dengan tuduhan itu (penyebaran foto bugil dan perzinaan),” tegas Dahri.

Seperti yang sudah diberitakan, SW dan KC sempat bersitegang lantaran keduanya saling melaporkan ke Polres Malang. Dimana KC terlebih dulu melaporkan istri sirinya karena dugaan kasus penipuan dan penggelapan uang senilai Rp 200 juta yang telah diberikan olehnya.

Sedangkan SW melalui kuasa hukumnya, melakukan serangan balik terhadap anggota dewan petahana tersebut dengan dugaan kasus penyebaran foto bugil dan perzinaan.

Permasalahan kedua kader partai PKB ini juga sempat membuat DPC PKB Kabupaten Malang kebakaran jenggot. Beberapa hari setelah kasus ini mencuat, para petinggi partai berlogo sembilan bintang itu sepakat untuk membentuk Tim Tujuh.

Dimana tim yang diketuai langsung oleh Agus Salim yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Malang ini, ditugaskan untuk melakukan investigasi dan tabayyun.

Tim yang beranggotakan tujuh orang itu ditargetkan bisa menemukan fakta dari hasil investigasi, dalam waktu lima hari setelah resmi terbentuk pada 12 September 2019 lalu.

Belakangan diketahui, hasil investigasi sudah diserahkan ke Dewan Syuro. Dimana dalam keputusannya, Dewan Syuro dikabarkan memberikan rekomendasi agar SW dan KC berdamai. Pertimbangannya, selain berasal dari kader partai yang sama, Tim Tujuh juga mengklaim jika tidak menemukan adanya pelanggaran dari sudut pandang hukum agama Islam.


End of content

No more pages to load