Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-DIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Dr Widyo Winarso MPd. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-DIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Dr Widyo Winarso MPd. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI saat ini mendorong perguruan tinggi untuk menerapkan program daring. Penerapan daring di perguruan tinggi sendiri minimal ada 2 level, yakni level program studi dan institusi. Nah, minimal, perguruan tinggi konvensional sudah melaksanakan program daring pada mata kuliah.

Apabila mata kuliah-mata kuliah dalam satu program studi yang sudah menerapkan daring sudah lebih dari 50 persen, perguruan tinggi yang bersangkutan diharuskan izin.

Hal ini dinyatakan oleh Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL-DIKTI) Wilayah VII Jawa Timur, Dr Widyo Winarso MPd, saat ditemui di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang belum lama ini. "Harus izin kalau sudah mencapai lebih dari 50 persen. Kalau misalnya ada 50 mata kuliah dan yang daring sudah 26 dia harus ajukan izin," tandasnya.

Pada intinya, lanjutnya, perguruan tinggi memang sangat dianjurkan untuk memulai program daring yang dimulai dari mata kuliah ini. "Nanti bertahap, kalau sudah siap, program studinya yang daring," imbuhnya.

Nah sambil menunggu kesiapan tersebut, perguruan tinggi mengurus izin untuk daring level program studi. "Jadi ada izin tersendiri untuk prodi daring. Ketentuannya kalau sudah separuh (mata kuliah yang daring) sudah harus masukkan izin sambil menyiapkan diri sebelum nanti bener-bener bertekad untuk menjadi prodi daring," bebernya.

Dalam kuliah daring ini, mahasiswa bisa dimudahkan mengikuti kuliah di mana saja dengan bermodalkan jaringan internet. Perguruan tinggi juga bisa saling bekerja sama dengan memanfaatkan perkuliahan daring tersebut. "Kalau diprogramkan lewat daring bisa kerja sama dengan universitas lain," pungkasnya.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Kemenristekdikti RI) sendiri tidak menargetkan kapan semua kampus menerapkan program daring tersebut.

Di Jawa Timur, beberapa perguruan tinggi swasta (PTS) sudah ada yang mulai, seperti di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dan Universitas Pelita Harapan (UPH) di Surabaya. "Kalau di Indonesia paling besar paling banyak di Binus," imbuhnya.

Kecuali, tentu, Universitas Terbuka (UT) karena sejak awal lembaganya disiapkan online. Kemudian PTS baru di Jakarta yaitu Universitas Siber bentukan Universitas Nasional yang bekerjasama dengan perguruan tinggi di Korsel.


End of content

No more pages to load