Abdul Rohim tersangka sekaligus barang bukti hasil pencurian saat diamankan pihak kepolisian, Kecamatan Wonosari (Foto : Polsek Wonosari for MalangTIMES)
Abdul Rohim tersangka sekaligus barang bukti hasil pencurian saat diamankan pihak kepolisian, Kecamatan Wonosari (Foto : Polsek Wonosari for MalangTIMES)

Setelah berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang), selama tiga hari, pelaku pencurian dengan tindak pemberatan (Curat), yang melancarkan aksi di Ponpes (Pondok Pesantren) Tarbiyatul Qur’an Al Falah akhirnya berhasil diringkus polisi, Kamis (16/5/2019).

Tersangkanya adalah Abdul Rohim, warga Desa Tanah Enamratus, Kecamatan Marelan, Kota Medan, Sumatra Utara. Pria yang kini berusia 28 tahun ini, diamankan petugas setelah terbukti menggasak berbagai barang berharga milik pimpinan Ponpes yang dikenal dengan istilah pondok kandang kambing tersebut.

Korbannya diketahui bernama Agus Imam Bukhori, warga Dusun Arjomulyo, Desa Bagelan, Kecamatan Wonosari. “Antara rumah korban dan ponpes memang berdekatan. Sedangkan barang berharga yang diambil tersangka, berada di dalam rumah korban,” kata Kapolsek Wonosari, AKP Triwik Winarni, Jumat (17/5/2019).

Diperoleh keterangan, aksi pencurian ini terjadi pada Senin (13/5/2019) pagi. Tepatnya sekitar pukul 08.30 waktu setempat. Pelaku Abdul, menyelinap masuk kedalam rumah korban. Tersangka yang mengetahui situasi sepi, langsung bergegas melancarkan aksi pencurian. “Tersangka mengambil berbagai barang berharga milik korban, yang disimpan di dalam almari pakaian,” sambung Triwik kepada MalangTIMES.com.

Tidak puas menggasak berbagai barang berharga yang ada di lemari. Pelaku kemudian berniat kabur dengan mengendarai sepeda motor GL Max nopol N-6540-AW, milik korban. Namun saat baru saja keluar dari gang ponpes, pelaku berpapasan dengan pemilik motor ketika melintas di Jalan Desa Bangelan.

“Korban yang saat itu mengendarai mobil, sempat berpapasan dengan tersangka. Bahkan keduanya juga sempat saling bertegur sapa,” terang perwira polisi dengan tiga balok dibahu ini.

Merasa aksinya ketahuan, Abdul akhirnya memilih putar arah dan mengembalikan sepeda motor ke tempat parkiran semula. Tidak kehabisan akal, pelaku meminta bantuan kepada salah seorang santri, untuk mengantar dirinya kabur.

Dia adalah Sandi Farel Ardiansyah, warga Dusun Arjomulyo, Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari. Bocah yang kini berusia 11 tahun itu, dipaksa untuk mengantar pelaku ke Pasar Sumberpucung. Lantaran ketakutan, saksi akhirnya menuruti permintaan tersangka, dengan mengantarkannya menggunakan sepeda motor.

Setibanya di Pasar Sumberpucung, Sandi disuruh untuk menunggu di parkiran. Sedangkan tersangka Abdul, bergegas menjual gelang emas milik pimpinan ponpes tersebut. “Setelah menjual hasil curian, tersangka meminta kepada saksi untuk mengantar mencari kendaraan umum. Sebelum kabur menggunakan mikrolet, saksi sempat diberi upah uang senilai Rp 250 ribu,” ungkap Triwik.

Hingga akhirnya, bocah belasan tahun ini bergegas pulang ke ponpes, dan menceritakan semuanya ke pimpinan pondok. Mendapat kesaksian tersebut, Agus Imam Bukhori memeriksa seisi rumah dan kamarnya. Saat itu, dirinya mendapati jika berbagai barang berharga yang disimpan di dalam lemari sudah raib.

Merasa baru saja menjadi korban pencurian, pria yang kini berusia 43 tahun itu, akhirnya melaporkannya ke pihak kepolisian. Mendapat laporan, personel gabungan dari Polsek Wonosari dan Polres Malang bergegas melakukan penyelidikan.

Setelah sempat berstatus buron selama tiga hari, petugas gabungan akhirnya berhasil mengamankan tersangka, pada Kamis (16/5/2019) sore. “Dari hasil penyelidikan, kami mendapat informasi jika tersangka sedang berada di kawasan Pasar Gondanglegi dan langsung diamankan petugas,” tutur Triwik.

Ketika diamankan, polisi menyita berbagai barang bukti hasil curian. Diantaranya satu buku BPKB motor GL Max nopol N-6540-AW, uang tunai hasil penjualan gelang emas senilai Rp 1,1 juta, enam potong baju, dua celana panjang, satu unit jam tangan, tiga buah asesoris bros, dan satu buah tas.

“Kasus ini masih dalam proses lidik. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang tindak pidana curat. Ancamannya tujuh tahun penjara,” ujar Triwik.