Jenasah Sairin saat dievakuasi petugas gabungan, sesaat setelah ditemukan meninggal di saluran irigasi, Kecamatan Donomulyo (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Jenasah Sairin saat dievakuasi petugas gabungan, sesaat setelah ditemukan meninggal di saluran irigasi, Kecamatan Donomulyo (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

Warga setempat yang tinggal di wilayah Dusun Krajan, Desa Banjarrejo, Kecamatan Donomulyo, dibuat gempar, Jumat (10/5/2019) pagi. Kehebohan masyarakat ini, lantaran ada kasus penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki di aliran sungai irigasi.

Dari informasi yang didapat Malangtimes.com, jenazah yang membuat warga gempar tersebut diketahui bernama Sairin, warga Dusun Nampurejo, Desa Banjarejo, Kecamatan Donomulyo. “Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, di dalam aliran sungai kecil (irigasi),” kata Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah kepada malangtimes.com.

Diperoleh keterangan, kakek yang kini berusia 60 tahun tersebut, kesehariannya bekerja sebagai seorang petani. Sesaat sebelum ditemukan terbujur kaku di dalam aliran sungai irigasi. Sekitar pukul 04.30 waktu setempat, korban sempat berpamitan kepada keluarganya jika dirinya hendak mengairi ladang di sawah miliknya.

Berselang sekitar satu jam kemudian, Karniadi yang saat itu hendak memberi makan lembu peliharaannya, yang berada di belakang rumahnya. Dikejutkan dengan keberadaan benda menyerupai tubuh manusia. Merasa penasaran, saksi kemudian mendekati benda tersebut. Dia pun terkejut bahwa benda tersebut adalah mayat manusia. Dia pun memastikan jika korban ternyata sudah meninggal dunia.

"Berdasarkan keterangan saksi, ketika itu dirinya hendak memberi makan lembu yang berada di belakang rumahnya. Kebetulan kandangnya berdekatan dengan lokasi penemuan mayat yang ditemukan tak bernyawa dalam kondisi terlentang tersebut,” sambung Ainun.

Peristiwa ini akhirnya dilaporkan ke perangkat desa setempat, kemudian dilanjutkan ke pihak kepolisian. Mendapat laporan, petugas gabungan dari Mapolsek Donomulyo dan petugas medis dari puskesmas setempat, diterjunkan ke lokasi kejadian. “Dari hasil visum yang dilakukan petugas medis, tidak menemukan adanya luka bekas penganiayaan di tubuh korban. Diduga kuat, korban meninggal karena serangan jantung,” terang perwira polisi dengan tiga balok di bahu ini. 

Dugaan tersebut dikuatkan dengan keterangan beberapa saksi yang dihimpun polisi. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kakek tersebut memiliki riwayat penyakit jantung. “Pihak keluarga tidak berkenan dilakukan autopsi, dan bersedia membuat surat pernyataan jika kematian korban murni karena serangan jantung,” tutup Ainun.